2017, Tahun Berkompetisi yang Luar Biasa
APRIL TUPAI
Januari 04, 2018
22
Tahun 2017 jadi tahun berkompetisi yang sangat
sangat luar biasa bagi saya. Saya banyak
banget “ngegas” di tahun ini, walaupun tetap dalam prinsip hidup yang let it
flow and it will glow. Apa aja yang luar biasa itu?
2017 awal sampai menuju akhir nggak
ada yang terlalu saya inget. Karena banyak pahitnya. Pahit yang nggak perlulah
diceritain lengkap dan detail, hahaha. Intinya sangat fluktuatif, terutama dari
segi finansial. Dan ini semoga tidak terjadi lagi di tahun 2018. Amin.
Ada beberapa lomba yang saya
menangkan di tahun ini. Ada bulan di mana saya juga nggak ikut lomba sama
sekali, karena nggak ada yang menarik dan membuat saya merasa tertantang. Untuk
ikut sebuah lomba saya ini termasuk yang penuh pertimbangan dan pemilih
(gaya banget, ya?). Iya, jadi nggak sembarangan ikut lomba yang penting
tujuannya menang. Nggak gitu juga. Kalau saya pikir tulisan saya untuk lomba
itu nggak ada manfaat ya buat apa. Saya sangat
selektif ikut lomba mulai dari mempertimbangkan hal-hal seperti:
1. Siapa penyelenggara dan jurinya. Ini yang
paling utama. Kalau penyelenggaranya belum pernah saya dengar sama sekali,
biasanya saya berpikir banyak-banyaklah untuk ikutan. Track record
penyelenggara atau brand yang ngadain lomba itu jadi yang utama untuk saya
memutuskan apakah akan ikut lombanya atau nggak. Karena itu berkaitan dengan
branding saya pribadi juga. Jurinya juga penting. Kayaknya bangga aja gitu kalau karya kita dinilai sama juri yang kredibel dan keren.
2. Tema. Ini juga nggak kalah penting. Kalau
temanya njelimet, nggak jelas, dan sekiranya nggak sesuai sama blog saya, saya
juga nggak akan ikutan. Kalau temanya juga saya nggak paham, saya nggak akan
maksain diri untuk ikutan. Paling nggak saya pilih yang memang saya suka dan
sesuai dengan kemampuan saya. Karena kalau sayanya aja nggak paham gimana juga
bikin yang baca bisa paham sama apa yang saya tulis? Kalau emang saya merasa
nggak mampu, yaudah, nggak maksain diri juga ikutan. Tahu batas kemampuan diri
sendirilah.
3. Ada manfaatnya nggak kalau saya
tulis? Nulis itu butuh usaha. Dari tenaga, waktu, listrik untuk ngecharge
laptop dan nyalain wi-fi, perlu bayar internet. Ya kali kalau nulis yang nggak
ada faedahnya kayaknya gimana gitu.
4. Hadiahnya. Nggak munafiklah namanya
ikut lomba ya karena ada hadiahnya. Hadiahnya kece nggak? Pemenangnya
banyak nggak? Kalau hadiahnya untuk banyak pemenang kan berarti peluang
menangnya juga gede, ya nggak? Hahahha. Tapi hadiah ini sih faktor ke
sekianlah ya. Kalau yang ngadain brand-nya keren, temanya bagus, bisa ikutan
aja udah seneng kok, beneran.
5. Saya ngerasa relate, nggak? Nah ini
juga penting. Kalau penyelenggara keren, hadiah oke, tema bagus, tapi saya
nggak relate ya ngapain? Nyusah-nyusahin diri. Kalau udah ngerasa relate, jadi nulisnya bener-bener pakek rasa
gitu. Karena kalau nggak pakai rasa akan kerasa juga, kok. (Apa deh?)
Anyway, back to topic. Di penghujung
2017, tepatnya di bulan Desember 2017 saya menang dua lomba berturut-turut yang
bahkan pengumumannya pemenangnya cuma selisih beberapa hari. Dan itu juara satu
saudara-saudara. Ini bakalan saya inget terus. Secara sebelumnya saya nggak
pernah menang juara satu untuk lomba. Biasanya jadi juara harapan, pemenang
favorit, atau pemenang hiburan. Lomba itu adalah Jakarta On Social Media Competition
yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta dan Lomba Blog
Jakarta Biennale 2017. Dari hadiah lomba itu saya bersyukur banget bisa
beli hape baru Asus Zenfone 4 Selfie, kacamata O.W.L dan mesin cuci buat
nyokap. Hihihi. Alhamdulillah banget, ya.
Selain ikutan lomba saya juga sambil
kerja jadi website content writer untuk dua brand kesehatan, Konilife dari
Konimex dan Aloclair Plus sejak Juli 2017. Saya juga beberapa kali nulis press
release untuk acara Pekan Kerajinan Jawa Barat, Hijab Festive Week, dan
beberapa acara lainnya. Meon Design juga lumayan lah orderannya, banyak yang
repeat order juga. Intinya 2017 luar biasa, biar pun up and down-nya berasa
tajem banget kayak naik jet coaster. Oh, ya Desember 2017 juga saya berhasil menyelesaikan satu naskah novel dan mengirimkannya ke penerbit. Sebuah pencapaian, akhirnya bisa kelarin novel. Semoga berjodoh dengan penerbitnya, ya!
Semoga 2018 bisa lebih luar biasa. Kalau pun
ada down-nya semoga tetap bisa survive, dan kalau pun banyak up-nya, semoga
bisa selalu down to earth dan low profile, aheeyy. Kalau bisa juga 2018 pengin
agak lebih woles, pengen rehat, leyeh-leyeh. Capek juga "ngegas" di tahun kemarin.
Semoga bisa lebih stabil. Penginnya sih ngantoran lagi aja, biar nggak
keseringan bertarung di kompetisi. Amin!
